digital social everybody broadcast

IMG-20180713-WA0018

Setiap Orang sekarang bisa broadcast digital.

Tulisan ini di buat atas keprihatinan tentang Medsos yang berkembang pesat bedampak menghilangkan Etika serta kepribadian sekaligus identitas bangsa Indonesia.Technology tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia, sebab intinya technology terjadi memang untuk meringankan beban/ masalah keseharian manusia.

Technology digital khususnya android menjadi seperti kewajiban dalam bersosial di dunia, khususnya Indonesia. Awalnya memang handphone yang di ciptakan untuk memudahkan berkomunikasi selain telephone rumah konvensional, berkembang menjadi SMART PHONE.

Dalam tubuh Smartphone ditanam operating system berbentuk perangkat lunak yang bisa di kembangkan atau di integrasi kedalam media sosial.

Namun disayangkan perkembangan technology ini terlalu dini dan cepat, sehingga kita belum sempat ter edukasi dengan baik secara fungsi dan impact nya terhadap hasil broadcast.

Perbedaan broacast radio dan TV adalah buat informasi kepada publik, maka tiap lembaga penyiaran punya tanggung jawab terhadap hasil broadcast nya. Basic dari lembaga penyiaran adalah jurnalistik, yang telah di atur kecakapannya oleh PWI, dan operatornya paham dengan kaidah jurnalistik yang sudah ada.

Berbeda dengan broadcast sendiri melalui Media Sosial, karena tidak ada aturannya maka bebas saja mem broadcast.

Apakah impactnya?
1. Menelanjangi identitas pribadi dan keluarga.
2. MENSOMBONGKAN kekayaan (group WA, Facebook)
3. Melihat suatu yang sadis menjadi biasa ( posting korban kecelakaan )
4. Menghancurkan Identitas, tradisi, etika, kesopanan, dan moral sebagai bangsa Indonesia yang di kenal memiliki 5 prinsip dalam berkehidupan bangsa ( Pancasila )
5. Mengurangi sosialisasi berkehidupan (on line transaction / e commerce yang menghancurkan pasar tradisional)

Sesungguhnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan sulit menghacurkannya, namun ada celah sempit yang mungkin yaitu menghancurkan moral, bisa dari NARKOBA, atau yang lain.

Dasar dari komunikasi adalah penyampaian informasi.
Jika anda dulu pernah mendengar
“tag line” sebuah produk handphone;
“Connecting People”
Artinya membuat manusia terkoneksi komunikasi, namun sekarang telah berubah;
Media sosial membuat yang dekat terasa jauh dan yang jauh menjadi dekat.
Ini terbukti sekumpulan sahabat (di cafe/ restoran/ ruang / dll, orang yang tidak berkomunikasi satu dan yang lainnya… mereka sibuk dengan jarinya mengetik dan berkomunikasi  jauh yang orangnya tidak ada di sebelahnya.
Yah kegiatannya sih simple, typing, like,& comment.

Namun yang mendorong penulis ini menulis adalah akibat membaca postingan group WA rekan eks SMP
yang mana beberapa teman yang sukses memamerkan kekayaan dan kesuksesannya, tanpa peduli akan perasaan temannya yang belum sukses… sepertinya rekan rekan saya ini tidak memahami makna broadcast dan impact nya, padahal penulis sudah jelas jelas mengalihkan dengan postingan yang nyeleneh sekalian, namun mereka tetap tidak sadar…

Masa depan kita dan keluarga ada di tangan kita, saya bukan menakut nakuti atau anti perkembangan dan tecnology, namun kita harus pandai menyelektif apa yang akan kita broadcast, dan ingat semua data kita sudah terintegrasi dengan salah satu search engine yang server datanya bukan milik atau di wilayah hukum Indonesia.

Untuk itu kita wajib mendewasakan pikiran dalam media sosial. Mari kita kembalikan Identitas bangsa bersama sama, seperti apa yang pernah di cita citakan Presiden I  Ir Soekarno pada tahun 1962 , dengan menciptakan TVRI menjadi wadah pemersatu bangsa dengan menjalin pesatuan dan kesatuan bangsa, yang tercermin dari hasil tayangan TVRI yang semuanya mewakilkan cita budaya kesenian nusantara dari sabang sampai merauke.

Indonesia kuat karena kebudayaan dan tradisi yang tidak dimiliki bangsa lain banggalah bersosialisasi ala bangsa Indonesia seperti gotong royong, kerja bakti dan lain sejenisnya. Kita sebagai orang tua atau kepala keluarga harus bisa menyelamatkan masa depan keluarga kita.

Berpikir lah bijak, dewasa, berkebangsaan, dan berketuhanan.
Jangan sampai kita menelanjangi identitas diri. Semoga bermanfaat

     R. Nugroho M.Sn
     Praktisi Broadcast

Related posts