Produksi Televisi

Pendahuluan

Acara televisi senantiasa menemani kita dalam keseharian, khususnya dirumah. Televisi secara fisik adalah  sebuah benda KOTAK yang tebuat dari kaca (tabung kaca), LCD, LED. Benda ini adalah kebutuhan mutlak dari rumah khususnya ruang keluarga, namun pada perkembangan kebutuhannya berada dalam kamar, karena terkadang  TV juga menemani kita untuk tidur.

Secara industri, Televisi adalah sebuah badan penyiaran televisi (ilmu komunikasi), yang isinya adalah penyampai informasi. Televisi adalah hasil pengembangan dari radio dalam menyampaikan informasi, namun sejarah penemuannya berbeda dari radio, televisi artinya;

TELE = jauh, VISION = pandangan/ pengelihatan (english)

TELE = jauh,  VIDRE  = lihat (yunani)

Televisi dan video adalah satu kesatuan yaitu, memiliki unsur gambar dan suara yang membedakan sebutan video dan televisi adalah dari sistemnya, jika televisi menggunakan fasilitas pemancaran (transmisi & satelit) maka video (player/playback) hanya menggunkan Cable sebagai mengantar signal  ke pesawat televisi, cable yang umum digunakan  adalah RCA, Component, S-video, HDMI. Jadi dapat disimpulkan bahwa bahwa penggunaan video hanya untuk kalangan internal, walau pada penggunaannya MCR stasiun televisi menggunakan video (VTR) sebagai sarana playback materi standart broadcast, seperti ;BETACAM, BETACAM DIGITAL, DVC PRO, DV CAM.

Produk dari televisi adalah acara tv, para stasiun tv bersaing, dari program-program acara dari pagi hingga malam hari, sebagai penonton mereka berlomba untuk merebut hati pemirsanya agar dapat bertahan di saluran /channel  atau stasiun televisinya.

Remot televisi menentukan acara mana yang sesuai dengan keinginnan hati, apakah , berita, hiburan, atau sekedar informasi keseharian?. Acara yang “jelek” langsung diganti, gambar yang “kurang menarik”, langsung diganti, pembawa/ pengisi acara yang tidak berkenan di ganti. Pemegang remot memang memiliki “kukuasan” tertinggi.

Dibalik ini semua produksi televisi tidaklah mudah seperti memencet tombol yang ada di remot televisi, melainkan dari beberapa macam prosedur dan kebijaksanaan management stasiun televisi yang bersangkutan, disamping itu juga produksi televisi memiliki beberapa tahapan yang umum, yaitu;

PRA-PRODUKSI-PASCA

Pra produksi;

Proses kreatif adalah, sebuah proses mengembangkan sebuah kontent kreatifitas dalam sebuah episode, proses ini dimulai dari survei apa thema yang akan diangkat, basic nya 5w+1h. Setelah itu melakukan survei lokasi ; PIC (person in charge),berapa lama, perijinan,sumber cahaya/ matahari, keamanan, foto lokasi dan segala kebutuhan untuk shooting (listrik/ power plant). Letak suksesnya program adalah di pra produksi, karena program yang baik terletak bagaimana kita (penonton) bisa melihat dalam seberapa dalam crew mengekplorasi sebuah kontent, contoh: jika kita menonton discovery channel, kita bisa paham bagaimana proses penyu itu bertelur, sehingga penonton merasa berguna meluangkan waktu untuk menonton acara televisi.

Produksi

Adalah proses pelaksanaan shooting, baik dari persiapan, pemilihan alat, jenis camera/ camera support, lensa, audio equipment dan lighting, disamping itu pemilihan crew yang tepat juga mempengaruhi hasil produksi, jangan memaksakan crew mengerjakan 2 profesi yang berbeda, sebagai contoh crew camera juga bertanggung jawab dengan audio, pasti salah satunya ada yang tidak maksimal. Crew produksi mengerjakan news atau pemberitaan. Karena nafas atau treatment masing-masing divisi berbeda. Hasil produksi yang baik selalu dikerjakan dengan profesi dan equipment yang tepat. Jangan pernah menganggap remeh sebuah produksi, walaupun sudah berkali-kali kita mengerjakannya, sekali kita menganggap remeh pekerjaan itu berarti secara tidak langsung kita telah menurunkan kwalitas produksi.

Pasca produksi

Keunggulan dari produksi televisi memiliki treatment live, hal ini yang membedakan dengan media Film, namun beberapa produksi televisi memiliki kesamaan dengan media film yaitu melalui tahapan EDITING, khsusnya program, program drama, yang memiliki treatment single camera . kekuatan pasca produksi crew dapat membuat lebih, menghaluskan dan memendekkan bahkan menscoring, yaitu menambahkan musik/ sound effect, baik sedih, lucu, maupun unik. Tujuannnya untuk mendramatisasi sebuah adegan. Kesimpulannya proses produksi live multi camera tidak melakukan pasca produksi, mungkin melakukan editing untuk kebutuhan package VT guna mengisi segment itu di sebut produksi, karena on air nya dengan treatment live.